Rencana Prabowo memperkuat alutsista nasional demi menjaga kedaulatan NKRI
A
Redaksi
17 July 2026, 05:06 WIB
Daftar Isi
Sumber: Bing Images
Visi Besar di Balik Modernisasi Militer
Prabowo menekankan bahwa pertahanan negara yang kuat adalah syarat mutlak bagi sebuah negara besar untuk bisa dihormati di mata dunia. Visi ini kemudian diterjemahkan ke dalam kebijakan belanja pertahanan yang cukup agresif namun tetap terukur secara finansial dan teknis. Targetnya adalah pemenuhan kekuatan pokok minimum atau *Minimum Essential Force* (MEF) yang harus segera tuntas dalam waktu dekat ini. Setelah MEF tercapai, fokus akan beralih pada pembangunan kekuatan pertahanan yang lebih modern dan memiliki daya gentar yang sangat tinggi. Anda mungkin bertanya, mengapa pengadaan ini menjadi sangat mendesak sekarang? Jawabannya terletak pada usia pakai alutsista kita yang lama. Banyak pesawat tempur dan kapal perang milik TNI yang sudah beroperasi selama puluhan tahun sehingga butuh peremajaan yang menyeluruh.Langkah Strategis Pengadaan Pesawat Tempur
Salah satu pilar utama dalam rencana Prabowo memperkuat alutsista nasional adalah mendatangkan jet tempur Rafale dari produsen asal Prancis. Kesepakatan pembelian 42 unit Rafale ini dianggap sebagai tonggak sejarah baru dalam modernisasi Angkatan Udara Republik Indonesia (TNI AU). Pesawat generasi 4.5 ini memiliki kemampuan multifungsi yang sangat andal untuk melakukan berbagai misi tempur di udara maupun ke darat. Tidak hanya Rafale, Indonesia juga melirik jet tempur F-15EX dari Amerika Serikat untuk melengkapi kekuatan pemukul di ruang angkasa kita. Kombinasi antara teknologi Eropa dan Amerika diharapkan mampu menciptakan efek gentar yang signifikan bagi siapa pun yang berniat mengganggu. Kehadiran armada baru ini akan membuat pilot-pilot terbaik kita memiliki keunggulan taktis yang jauh lebih baik dibandingkan masa lalu.Sumber: Bing Images
Memperkuat Otot di Kedalaman Samudra
Selain udara, matra laut juga menjadi perhatian serius dalam strategi pertahanan yang sedang dibangun oleh tim Kementerian Pertahanan. Pengadaan kapal selam kelas Scorpene dari Prancis menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga kekayaan sumber daya laut kita. Kapal selam ini dilengkapi dengan teknologi senyap yang sangat canggih, menjadikannya sulit dideteksi oleh radar lawan saat beroperasi. Selain itu, kerja sama dengan Inggris untuk pembangunan kapal fregat Arrowhead juga terus berjalan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Langkah ini sangat penting agar TNI Angkatan Laut memiliki jangkauan patroli yang lebih luas di zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Kita semua ingin melihat bendera Merah Putih berkibar dengan gagah di seluruh penjuru lautan nusantara tanpa ada gangguan pihak luar.Mendorong Kemandirian Industri Pertahanan Lokal
Prabowo selalu menegaskan bahwa setiap pembelian alutsista dari luar negeri wajib disertai dengan kesepakatan transfer teknologi (ToT). Hal ini bertujuan agar industri pertahanan dalam negeri, seperti PT Pindad dan PT PAL, bisa belajar dan berkembang secara mandiri nantinya. Kemampuan memproduksi senjata, kendaraan taktis, hingga kapal perang sendiri adalah impian besar yang sedang kita tuju bersama-sama. Saat ini, PT Pindad telah sukses memproduksi Maung, kendaraan taktis yang sangat lincah dan mulai digunakan oleh berbagai satuan militer. Sementara itu, PT Dirgantara Indonesia terus diperkuat untuk bisa melakukan pemeliharaan mandiri terhadap pesawat-pesawat tempur canggih. Dengan kemandirian industri, kita tidak akan lagi bergantung sepenuhnya pada negara lain dalam memenuhi kebutuhan pertahanan nasional kita.Sumber: Bing Images